Kamis, 12 November 2009


Resensi Buku
Judul Asli : Rumis’s Daughter
Judul Terjemahan : Kimya sang Putri Rumi
Penulis : Muriel Maufroy
Penerbit : Mizan
Tebal Buku : 272 halaman
Cetakan Pertama : April 2005

Kimya; Sebuah Fiksi Sejarah
Oleh: Rosyidah Purwo
Sering kita jumpai berbagai buku bacaan sejarah. Di toko-toko buku juga sering kali kita melihat bermacam buku bacaan sejarah dipajang.

Bacaan sejarah, selama yang kita kenal adalah bacaan membosankan yang membutuhkan banyak energi u ntuk berpikir pada setiap kalimat yang dibaca. Meskipun pada dasarnya isi di dalamnya berbobot, namun karena cara penyampaian penulis yang cenderung naratif, membuat otak cepat jenuh dan lelah.

Namun berbeda ketika sebuah bacaan sejarah disajikan dalam bentuk fiksi. Novel, misalnya. Gaya penulisan semacam ini akan memberi kelebihan tersendiri. Seberat apapun sebuah sejarah dipaparkan, tetap saja enak untuk dibaca. Meskipun di dalamnya dipaparkan beberapa macam kejadian, beberapa tokoh sejarah, pembaca tetap saja ingin mengikuti sampai sejauh mana sejarah itu selesai.

Barangkali karena gaya penuturannya yang lebih ringan, dan cenderung lebih bisa dirasakan langsung oleh pembaca, sebab, barangkali karena cara penuturannya yang melihat dari sudut pandang si pelaku sejarah yang dimainkan dalam tokoh utama.
Terlebih bacaan fiksi lebih banyak digemari oleh semua kalangan. Maka bukan bukan hal aneh jika sekarang banyak penulis yang menayjikan bacaan sejarah dalam bentuk fiksi.

Seperti yang dilakukan oleh Muriel Maufroy. Dalam bukunya yang berjudul Kimya sang Putri Rumi, Maufroy menuliskan mengenai kehidupan Jalaludin Rumi dan hal ihwal yang terkait dengan kehidupannya. Di dalamnya adalah sahabat-sahabatnya, keluarga, dan kisah hidupnya.

Buku ini menceritakan menceritakan tentang kehidupan Jalaludin Rumi. Salah seorang yang diakui sebagai tokoh spiritual yang memengaruhi banyak orang dengan ajaran-ajarannya tentang cinta illahi dan perdamaian.

Rumi dikisahkan hidup dengan seorang anak angkatnya bernama Kimya. Diceritakan pula bagaimana Rumi menjalani kehidupannya sebagai seorang suami, teman, ayah, dan sekaligus ulama bagi masyarakatnya. Diceritakan pula bagaimana Rumi kemudian berubah menajdi seorang yang gemar akan musik. Bagaimana Rumi kemudian dicap sebagai orang yang sudah gila dan sesat.

Ditelisik secara detail, buku ini pada dasarnya merupakan bacaan sejarah, namun karena gaya penulisannya dibuat fiksi, dan gaya bahasanya yang ringan, membuat buku ini lebih mudah dan enak untuk dibaca. Meskipun ini adalah cerita sejarah (sebuah kehidupan seorang tokoh).

Dengan gaya bahasa fiksinya, pembaca secara tidak sadar diajak untuk menghafal beberapa nama-nama tokoh yang ada dalam kehidupan Rumi. Muriel Maufroy berusaha menyajikan sejarah kepada pembaca dengan sudut pandang dan gaya penulisan berbeda. Penasaran dengan bukunya? Selamat membaca.

Tidak ada komentar: